Aku mengenalmu biasa
Dan Aku mengenalmu tanpa tau siapa kamu
Kau adalah Penyelamat bagiku
Penyelamat hidup dan matiku
Kau adalah Kebijakan
Dalam sapa dan tutur bahasa
Kau Agungkan aku dengan Cintamu
Cinta yang kau semai dengan keikhlasanmu
Ketulusanmu melebihi segalanya
Namun aku tak pernah indahkanmu
Tak pernah kusadari hadirmu untukku
Cintamu sllu bangunkanku dari mimpi gelapku
Kegelapan yang selama ini kulalui diam
Denganmu begitu indah
Denganmu begitu nyata
Dekat dalam dekapanmu aku luluh
Kau hibur aku disaat kepedihan merasuki nuraniku
Tapi Kini ..
Semua tinggal kenangan
Engkau telah kembali
Kembali menjadi bayangan masa lalu
Bayangan yang sllu ada di hadapanku
Jasadmu telah terbujur kaku
Tak ada lagi seringaimu hiasi hari-hariku seperti dulu
Kau diam dalam kebisuan abadimu
Tetes darah di ujung netramu
Menceritakan betapa kau tak ingin tinggalkanku
Kekasih..
Baru aku sadari semuanya kini
Betapa hadirmu begitu berarti untukku
Meski kuTeteskan netra merahku di pusaramu
Takkan pernah mampu kembalikan mu untukku
Telah kubaca syair hidupmu yang kau habiskan hanya untukku
Disepanjang usiamu hingga kini kau kembali
Kekasih.. Aku masih ingin denganmu
Tapi aku tak sanggup membuatmu kembali
Engkau telah berpulang ke Istana Abadimu
Dan hanya menjagaku dalam tidurmu
Hingga saatnya nanti aku pun kembali kepadamu
Disini..
Dalam kepedihanku karena kepergianmu
Masih ada cinta untukmu
Cinta yang akan menyatukan kita kembali
Di Istana Keabadian Sejati
Jagalah Aku Kekasih ku
Dalam Mimpi Panjang mu
Minggu, 16 Februari 2014
SENYUM KEIKHLASAN DARI DASAR HATIMU UNTUK KU YANG SELALU MENCINTAIMU DALAM KEABADAIAN
Jika saatnya tiba
Mungkin senja kan melenyapkanku
Menguburkan jasadku pada jingga maya
Aku akan menjadi bayangan
Dimana aku akan mendekatimu perlahan
Mencumbuimu dengan birahiku
Menyenggamai cintamu dengan hasratku
Lalu aku akan menjadi diam
Diam dalam kebisuan jiwaku
Aku telah letih menapaki kehampaan jiwaku
Dan aku akan kembali bersama cintanya
Cinta yang mengAbadikan Ruhku
Untuk bisa mencintaimu dalam diam
Lewat rasa ku sentuh engkau dengan jemariku
Mungkin takkan kau rasakan hadirku
Namun aku mampu menyentuh cinta dalam hatimu
Dengan rinduku..
Kan kubalut lukamu
Menjadikannya permata dalam hatiku
Biarkan aku yang rasakan sakitmu
Tapi bukan engkau..
Seharusnya engkau tersenyum
Senyum keikhlasan dari dasar hatimu
Untukku.. Selalu untukku
Yang mencintaimu dalam keabadian
Mungkin senja kan melenyapkanku
Menguburkan jasadku pada jingga maya
Aku akan menjadi bayangan
Dimana aku akan mendekatimu perlahan
Mencumbuimu dengan birahiku
Menyenggamai cintamu dengan hasratku
Lalu aku akan menjadi diam
Diam dalam kebisuan jiwaku
Aku telah letih menapaki kehampaan jiwaku
Dan aku akan kembali bersama cintanya
Cinta yang mengAbadikan Ruhku
Untuk bisa mencintaimu dalam diam
Lewat rasa ku sentuh engkau dengan jemariku
Mungkin takkan kau rasakan hadirku
Namun aku mampu menyentuh cinta dalam hatimu
Dengan rinduku..
Kan kubalut lukamu
Menjadikannya permata dalam hatiku
Biarkan aku yang rasakan sakitmu
Tapi bukan engkau..
Seharusnya engkau tersenyum
Senyum keikhlasan dari dasar hatimu
Untukku.. Selalu untukku
Yang mencintaimu dalam keabadian
Langganan:
Postingan (Atom)